Sarana Informasi Rawat Jenazah Muslim

Mengejar Pahala, Mengharap Wajah Allah Ta'ala, media informasi perawatan jenazah syar'i, persiapan merawat jenazah, memandikan dan mengkafaninya.

Mengajar Orang yang Akan Meninggal Dunia

52- MENGAJARI ORANG YANG AKAN MENINGGAL DUNIA

153- مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

153. Barangsiapa yang akhir perkataan-nya adalah: Laa ilaaha illallaah, akan masuk Surga.

(Dikutip dari terjemah Kitab Hisnul Muslim, karya Sa’id Wahf al Qahthani – Edisi Indonesia Kumpulan Doa dari Al Quran dan Hadits (I))

31 Mei 2010 Posted by | Pengingat Kematian, Saat Kita Sakit, Tanda-Tanda Kematian | , , , , , | Tinggalkan komentar

Doa Orang Sakit yang Tidak Ada Lagi Harapan untuk Sembuh

51- DOA ORANG SAKIT YANG TIDAK ADA LAGI HARAPAN UNTUK HIDUP TERUS

150- اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى.

150. “Ya Allah, ampunilah dosaku, be-rilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan Kekasih Yang Maha Tinggi.”

151. Nabi Muhammad (Shallahu ‘alaihi Wasallam) memasukkan kedua ta-ngannya ke dalam air, lalu diusapkan ke wajahnya dan beliau bersabda:

151- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya mati itu mempunyai sekarat.”

152- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.

152. “Tiada Tuhan yang berhak disem-bah selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagiNya keraja-an dan bagiNya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”

(Dikutip dari terjemah Kitab Hisnul Muslim, karya Sa’id Wahf al Qahthani – Edisi Indonesia Kumpulan Doa dari Al Quran dan Hadits (I))

31 Mei 2010 Posted by | Saat Kita Sakit | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kematian

Kematian adalah gelas yang sangat pahit rasanya. Kematian adalah sangat pedih, dan setiap jiwa takut kepadanya. Hendaknya kita semua mengetahui bahwa pedihnya sakit waktu sakaratul maut tidak ada seorang pun yang mengetahui secara hakiki kecuali orang yang merasakannya. Sedangkan orang-orang yang tidak merasakannya hanya bisa mengetahuinya dengan cara mengkiyaskan dengan rasa sakit yang pernah ia rasakan.

Maka rasa sakitnya sakaratul maut itu menimpa ruh itu sendiri, lalu menyusup ke seluruh anggota badannya, dari setiap pembuluh-pembuluh darahnya, dari setiap syaraf-syaraf, dari setiap sendi-sendinya, dari setiap pangkal rambut dan kulitnya, dari ubun-ubunnya sampai ke bawah kedua telapak kakinya. Maka jangan tanya tentang pedihnya dan sakitnya.

Sampai orang-orang itu mengatakan, “Sesungguhnya kematian itu lebih pedih dari pada tebasan pedang, atau gorokan gergaji atau potongan gunting. Karena tebasan pedang atau gorokan gergaji ataupun yang lain itu hanyalah terasa menyakiti dengan sebab semua itu berhubungan dengan ruh. Lalu bagaimana kiranya kalau yang ditarik dan dicabut adalah ruh itu sendiri? Hanyalah orang yang ditebas dengan pedang itu bisa minta tolong dan berteriak karena masih adanya kekuatan di dalam hati dan mulutnya. Akan tetapi orang yang kedatangan sakaratul maut itu terputus suaranya dan teriakannya, melemah kekuatannya dan mengendor tenaganya. Karena kepedihannya benar-benar mencapai puncak pada saat itu, dan rasa sakitnya yang dahsyat tersebut naik ke dalam hati, hingga merasuki setiap tempat di dalam jasadnya, lalu melemahkan setiap anggota badannya, serta tidak meninggalkan kekuatan sama sekali untuk meminta pertolongan.

Adapun akal, maka benar-benar ia diliputi oleh dahsyatnya dan pedihnya kematian. Sedangkan lisan, maka benar-benar telah dibuat bisu. Dan semua anggota badan benar-benar telah dibuatnya lemah. Orang yang kedatangan sakaratul maut, kalau kuasa, maka ia sangat ingin untuk merasa nyaman, entah dengan merintih atau berteriak, atau dengan cara yang lain. Akan tetapi ia tidak kuasa. Jika masih ada sisa kekuatan padanya, maka ketika dicabutnya dan ditariknya ruh, engkau mendengar suara lenguh dan suara ghar-ghar yang keluar dari tenggorokan serta dadanya. Kemudian berubahlah warnanya dan menyebarlah rasa sakit tersebut ke seluruh bagian dalam dan luar jasadnya. Hingga naiklah kedua biji matanya sampai pada bagian yang paling atas dari pelupuk matanya, lalu mengerutlah lidahnya sampai kepada pangkalnya, dan jari-jemarinya menjadi kaku.

Jangan tanyakan tentang betapa sakitnya jasad yang ditarik darinya semua syaraf-syarafnya. Kemudian setiap anggota badannya mati secara berangsur. Yang pertama kali dingin adalah kedua telapak kakinya, kemudian kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Dan masing-masing dari anggota badan tersebut mengalami sekarat demi sekarat, tersiksa demi tersiksa, hingga sampailah kepada tenggorokannya. Maka ketika itu terputuslah pandangannya dari dunia dan keluarganya. Dan tertutup baginya pintu taubat. Lalu penyesalan dan kesedihan yang meliputinya.

Kita memohon kepada Allah Dzat Yang Maha Pemurah lagi Dermawan, Yang Maha Baik lagi Pengasih agar Dia menolong kita pada saat sakaratul maut, dan agar menjadikan kita bisa mengucapkan laa ilaaha illallah, serta agar Dia menjadikan kalimat tersebut sebagai akhir ucapan kita dari dunia ini.

(Al Mayyitu, Taghsiluhu Wa Takfinuhu Waah Shalatu `alihi Wa Dafnuhu)

3 November 2009 Posted by | Pengingat Kematian, Tanda-Tanda Kematian | , , , , , | Tinggalkan komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.