Sarana Informasi Rawat Jenazah Muslim

Mengejar Pahala, Mengharap Wajah Allah Ta'ala, media informasi perawatan jenazah syar'i, persiapan merawat jenazah, memandikan dan mengkafaninya.

Merekam Mayat Tak Dikenal di RSCM

Penemuan mayat berinisial ‘Mr X’, ‘tunawan’ atau acapkali dikenal dengan mayat tak dikenal di wilayah DKI Jakarta sangat menarik untuk dicermati. Sepertinya kasus seperti ini kerap menghiasi potret wajah ibukota. Fenomena mayat tak dikenal merupakan salah satu yang bisa direkam dari kamar mayat Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai penghias atmosfer kehidupan kota metropolitan.

Umumnya, mayat tak dikenal ditemukan di suatu tempat dengan tidak memiliki identitas dan tidak dikenali warga sekitar. Mendapati hal ini, pihak kepolisian membawa mayat tersebut ke Kamar Mayat RSCM.

Mayat-mayat tersebut memenuhi lemari pendingin di kamar mayat RSCM yang terbagi menjadi dua jenis. Jenis pertama merupakan dua buah lemari dua pintu yang masing-masing memuat enam mayat. Sedangkan jenis yang lain adalah tiga lemari empat pintu yang memuat empat mayat. Keseluruhan, kedua lemari pendingin tersebut hanya bisa menampung 24 mayat.

Setiap bulannya, jumlah mayat tanpa identitas yang masuk ke RSCM mencapai 20-30 mayat. Menurut petugas administrasi kamar mayat RSCM, Saeful, penyebab kematian sebagian besar adalah kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, atau sakit. Namun ia enggan merinci data mayat tanpa identitas di RSCM per Januari 2008. “Ya saat ini antara 20-30 mayat, Mas. Lebih kurangnya segitu,” bebernya.

Kondisi mayat-mayat itu beragam. Ada yang masih segar karena belum lama meninggal. Ada pula yang sudah dalam keadaan rusak. Khusus untuk korban kecelakaan, dokter forensik biasanya melakukan upaya rekonstruksi wajah agar tampilan terlihat tidak begitu mengenaskan. Mayat yang rusak kebanyakan adalah mayat-mayat membusuk, yang baru ditemukan setelah beberapa hari terlantar.

Untuk mayat korban kecelakaan, misalnya daging tercecer atau isi kepalanya keluar, akan dikembalikan lagi. Begitu pula dengan mayat yang mengalami kerusakan atau pembusukan di sekujur tubuhnya..Semua mayat masih akan disimpan tiga hari hingga satu minggu di kamar pendingin. Waktu tunggu diberikan untuk menjaga kemungkinan mayat dikenali atau diambil oleh keluarganya. Oleh sebab itu, biasanya mayat yang keluar dari ruang pendingin telah berbau.

Perpanjangan waktu tinggal mayat di kamar pendingin (bilamana memungkinkan) akan diperpanjang hingga dua minggu. Itupun jika mayat-mayat itu terkait dengan kasus tertentu, seperti peledakan bom atau kasus kriminal. Setelah lewat dua minggu mayat tidak kunjung dikenali, petugas kamar mayat akan meminta konfirmasi pihak kepolisian untuk memastikan bahwa mayat sudah dapat dikuburkan.

“Biasanya ada orang yang keluarganya hilang datang ke sini untuk melihat. Kalau cocok, biasanya langsung diambil. Jumlah yang dikenali biasanya hanya lima sampai enam mayat. Tapi kalau mayat gelandangan, jarang ada yang mengambil,” katanya.

Mayat laki-laki korban mutilasi yang ditemukan di dalam bus Mayasari Bhakti P64 trayek Pulogadung – Kalideres pada 29 September lalu adalah salah satu mayat yang sampai dengan saat ini menghuni kamar mayat RSCM. Sudah 18 hari sejak mayat itu diemukan, namun tetap dipertahankan. Hingga kini penyidikan polisi tentang identitas korban tak kunjung membuahkan hasil.

Selain mayat korban mutilasi itu, saat ini juga terdapat dua mayat laki-laki tanpa identitas. Mayat-mayat tersebut ditemukan di dua tempat berbeda. Mayat pertama diduga berusia 23 tahun ditemukan di daerah Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (12/10) pukul 12.00 WIB. Sedangkan mayat kedua dengan usia sekitar 30 tahun, ditemukan di Jalan Tol Simatupang 20, Jakarta Selatan, Rabu (15/10) dini hari, pukul 00.30 WIB. “Kami masih menyimpan dua mayat tersebut di lantai atas (lemari pendingin). Jika tidak ada yang mengaku keluarga korban, kami akan menguburkan secara massal,” ucapnya.

Karena keterbatasan tempat dan kondisi mayat yang semakin membusuk, pihak RSCM akan membatasi masa simpan mayat. “Selain mayat akan semakin rusak jika disimpan terlalu lama, lemari pendingin juga sudah penuh,” jelas Edi Pratikna, petugas bagian Perlengkapan dan Arsip Kamar Jenazah RSCM.

Instansi Terkait

Walau masih jauh dari kekurangan, penanganan mayat-mayat tanpa identitas di DKI Jakarta dilakukan oleh tiga instansi pemerintah, meliputi RSCM, Kantor Pelayanan Pemakaman (KPP) DKI Jakarta, dan Kepolisian terkait di mana mayat ditemukan yang selanjutnya berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

Meskipun sudah diusahakan pengidentifikasian dengan teliti, masih saja terdapat kekurangan, yakni ketidaksesuain data pada mayat tanpa identitas tersebut. Hal ini disebabkan kondisi mayat yang (biasanya) sudah tidak utuh sewaktu ditemukan hingga sulit dikenali.

Menurut keterangan Saeful, ketiga instansi tersebut adalah pihak yang paling berkompeten dan mempunyai fungsi yang saling terkait dalam penanganan mayat tanpa identitas. Kepolisian bertanggung jawab terhadap penyebab kematian, yakni proses investigasi di lokasi kematian (tempat mayat ditemukan), saksi, dan barang bukti yang ada. RSCM berkewajiban melakukan bedah mayat (otopsi). Sedangkan KPP DKI Jakarta mempunyai tugas mengurus pemakaman mayat.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber di RSCM, dokter berhak melakukan proses pembedahan mayat tanpa persetujuan penderita atau keluarganya. ”Pasti ada surat visum et repertum dari kepolisian yang membawa mayat tanpa identitas tersebut,” ujarnya. Namun, syarat tersebut berlaku apabila dalam jangka waktu 2 x 24 jam tidak ada keluarga atau pihak manapun yang mengaku sebagai keluarganya. Ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 18 Tahun 1981.

Otopsi dilakukan guna mengidentifikasi korban. Selain itu, proses pemeriksaan ini dimaksudkan untuk melihat ciri-ciri khusus yang terdapat pada tubuh korban sehingga diketahui penyebab kematiannya.

Proses Memandikan

Memandikan mayat secara massal tidak dimandikan layaknya memandikan mayat seperti yang lazim kita lihat. Cara tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan, mengingat banyaknya jumlah dan keterbatasan waktu. Cara memandikan mayat secara massal adalah dengan cara menyiram menggunakan selang. Mulai dari kepala, air yang keluar dari selang diguyurkan hingga mengarah ke kaki. Setelah itu, disiramkan disinfektan untuk mematikan kuman-kuman yang menempel. Kemudian dilakukan pembilasan ulang.

Kondisi mayat yang (rata-rata) sudah membusuk, tidak memungkinkan untuk dimiringkan guna membersihkan tubuh bagian belakang. Jika hal ini dilakukan, tangannya akan patah akibat terimpit badan. Atau, tidak menutup kemungkinan, beberapa bagian tubuh akan lepas akibat sudah begitu lunak daging dan kulitnya.

Sementara memandikan, dua orang petugas menyiapkan pembungkus mayat yang terdiri dari tiga lapis dengan ukuran (masing-masing) 2 x 2 meter. Lapisan terdalam adalah plastik Lapisan ke dua adalah kain kafan. Sedangkan lapisan yang digunakan untuk bagian paling luar adalah tikar dari anyaman daun pandan.

Plastik dibungkuskan agar bau busuk mayat tidak keluar. Setelah terbungkus rapat, dua ujung plastik diikat di bagian atas kepala dan di bawah kaki. Cara yang sama dilakukan pula untuk kain kafan. Sedangkan tikar hanya digulungkan saja. Lantas, bagian perut dan betis diikat.

Selanjutnya, salah seorang petugas menulis kode mayat pada ujung kafan. Kode tersebut disesuaikan dengan nomor register yang tercatat di data Kamar Mayat, contoh: Mr X/164. Mr. X untuk menerangkan bahwa mayat tersebut merupakan mayat tak dikenal. Sedangkan 164 adalah nomor registrasinya. Untuk mayat yang beridentitas, nama lengkapnya ditulis, seperti Abas /171.

Setelah selesai, baki tempat memandikan mayat dimiringkan untuk meniriskan air yang tertampung. Kemudian, mayat dibawa ke luar ruang pemandian untuk dikafankan. Lalu, baki tersebut dibersihkan dengan air dan disiram disinfektan dan dibilas sekali lagi. Seluruh lantai ruang tempat pemandian mayat yang berukuran 4 x 4 meter juga disiram dan disikat setiap kali selesai memandikan satu mayat.

Jika semuanya telah selesai, mayat disholatkan. Meski tidak diketahui agamanya, seluruh mayat diperlakukan dengan tata cara Islam. “Karena kami tidak tahu identitas jenazah, termasuk agamanya, maka kami perlakukan mayat tersebut sebagai muslim. Pertimbangannya, mayoritas warga DKI adalah muslim. Lagipula seluruh petugas Kamar mayat adalah muslim. Jadi yang kami tahu hanya cara Islam,” jelas Edi.

Pemakaman

Pemakaman mayat tanpa identitas akan dilakukan bila jumlah mayat yang ada di kamar mayat sudah banyak. KPP DKI akan dihubungi pihak RSCM untuk mengambil mayat. Biasanya, pemakaman dilakukan jika sudah ada lebih dari delapan mayat yang ada di lemari pendingin. Sesuai jadwal yang telah ditentukan, setelah dimandikan, mayat-mayat tersebut dimakamkan secara massal.

Penguburan massal memang tidak semuanya merupakan mayat tak dikenal, namun. terselip satu atau dua mayat yang memiliki identitas. Biasanya, mayat beridentitas yang ikut dikubur massal bersama tunawan adalah mayat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) fiktif. Atau, mayat tersebut memang sengaja “direlakan” keluarganya karena tidak mampu menanggung biaya penguburan di DKI yang dirasa mahal.

Untuk pemakaman massal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan 21.000 meter persegi lahan yang ada di enam tempat pemakaman umum (TPU) di wilayah DKI Jakarta. Enam TPU itu adalah TPU Pondokrangon, TPU Semper, TPU Tegalalur, TPU Tanahkusir, TPU Kampungkandang, dan TPU Mentengpulo. Area untuk tunawan diberi nama Blok Khusus atau digabung dengan pemakaman bagi keluarga miskin (Gakin) di Blok A-III.

Pemprov DKI memberi batas waktu penggunaan lahan makam untuk tunawan selama tiga tahun. Selebihnya, makam tersebut akan dianggap hilang dan dilakukan sistem tumpang, yakni digunakan untuk mengubur tunawan lain.

Namun, jika di kemudian hari ada keluarga yang mengakui bahwa salah seorang tunawan yang telah dikubur itu adalah anggota keluarga, maka pihak keluarga harus memindahkannya dari area makam tunawan.

http://mediasastra.com/sigit_sastrosupadyo/21/11/2008/merekam_mayat_tak_dikenal_di_rscm

4 Mei 2009 - Posted by | Dari Kami | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: