Sarana Informasi Rawat Jenazah Muslim

Mengejar Pahala, Mengharap Wajah Allah Ta'ala, media informasi perawatan jenazah syar'i, persiapan merawat jenazah, memandikan dan mengkafaninya.

Nenek Moyang Penyembah Kubur

Bila kita mendapati perilaku sebagian ummat Islam yang meminta barokah, rizqi dan lain sebagainya kepada kubur orang “shaleh” atau “wali”, maka ingatlah ayat dibawah ini. Yang mengisahkan kebiasaan kufur ummat nabi Nuh, semoga menjadi peringatan bagi kita sermua, agar kita dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari sifat yang demikian.

قَالَ نُوحٌ رَبِّ إِنَّهُمْ عَصَوْنِي وَاتَّبَعُوا مَنْ لَمْ يَزِدْهُ مَالُهُ وَوَلَدُهُ إِلَّا خَسَارًا (21) وَمَكَرُوا مَكْرًا كُبَّارًا (22) وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آَلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا (23)

“Nuh berkata: Ya Rabbku, sesungguhnya mereka telah mendurhakai-ku, dan mereka telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka, mereka juga melakukan tipu-daya yang amat besar”. Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) terhadap tuhan-tuhan kalian dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) terhadap wadd, dan jangan pula suwaa`, yaghuts, ya`uq dan nasr”. [ QS. Nuh : 21-23].

Demikian pula kisah yang disebutkan dalam hadits shahih dari ‘Aisyah Radhiallahu’anha bahwa Ummu Salamah Radhiallahu’anha menyebutkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang gereja yang pernah dilihatnya di negeri Habasyah yang bernama gereja Maria, dan beliau juga menyebutkan tentang gambar-gambar yang ada di dalamnya. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengatakan,

أُولَئِكَ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ أَوِ الْعَبْدُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ فَأُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى

“Mereka itu, apabila ada diantara mereka seorang yang shalih -atau seorang hamba shalih- yang meninggal, maka mereka membangun masjid di atas kuburannya, dan mereka membuat gambar-gambar tersebut. Maka mereka itulah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah @”.[1]


[1] Diriwayatkan Imam Bukhari di dalam Kitabush Shalah (427) bab: Apakah boleh kuburan kaum musyrikin jahiliyah digali, kemudian didirikan masjid di atasnya? Dan Imam Muslim di dalam Kitabul Masajid wa Mawadhi’ush Shalah (528; 16) bab: Tentang larangan dari mendirikan masjid-masjid di atas kuburan.

5 Mei 2009 - Posted by | Dari Kami

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: