Sarana Informasi Rawat Jenazah Muslim

Mengejar Pahala, Mengharap Wajah Allah Ta'ala, media informasi perawatan jenazah syar'i, persiapan merawat jenazah, memandikan dan mengkafaninya.

Perintah Meratakan Kuburan

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam  memerintahkan untuk meratakan kubur, sebagaimana terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam Shahih-nya dari Abu Al Hayyaj Al Asady bahwa ia mengatakan, “Ali bin Abi Thalib berkata kepadaku,

أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Ketahuilah! Bahwasannya aku mengutusmu dengan tugas yang Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dulu pernah mengutusku dengan tugas itu: “Hendaknya jangan engkau tinggalkan satu patung (gambar) pun kecuali engkau musnahkan, tidak pula kubur yang tinggi kecuali engkau ratakan!”[1]

Lihatlah contoh kuburan yang ada di Saudi Arabia.

Kuburan Syuhada Uhud



[1] Dikeluarkan oleh Imam Muslim (3/61). Imam Abu Dawud (2/70), Imam Nasaa’i (51/28), Imam Tirmidzi (2/153-154) dan dihasankannya, Imam Al Hakim (1/369), Imam Baihaqi (4/3), Imam Thayalisy (no. 155) dan Imam Ahmad (741 dan 1074) dari jalur sanad Abu Wa’il darinya. Juga Imam Thabarany di dalam Al Mu’jamus Shaghir (hal. 29) dari jalur sanad Abu Ishaq darinya.

Iklan

10 Mei 2010 Posted by | Fatwa, Pengingat Kematian, Seputar Ziarah Kubur, Tauhid | , , , | Tinggalkan komentar